Selasa, 10 April 2012

Hakekat Manusia

Sungguh beruntunglah kita karena diciptakan oleh Allah SWT sebagai seorang manusia. Kita diciptakan sempurna dengan bentuk tubuh yang lengkap dan juga diberikan akal fikiran yang membuat manusia beda dengan makhluk ciptaan Allah SWT yang lainnya.
Sebagai manusia, kita mempunyai hakikat dalam menjalani kehidupan kita didunia ini. Adapun hakikat dari kehidupan manusia yaitu makhluk, mulia, mempunyai beban, bebas, dan mendapatkan pembalasan.
Sehebat-hebat kita, kita hanyalah makhluk ciptaan Allah SWT yang lemah. Kita hanyalah makhluk yang tidak dapat berjalan sendiri tanpa pertolongan dari Allah SWT. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah dalam menjalani kehidupan ini, kita harus meminta pertolongan dari Allah SWT sebagai penguasa kehidupan yang kita jalani saat ini.
Walaupun sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT berbeda dari makhluk lainnya. Allah SWT menjadikan manusia sebagai makhluk yang mulia karena diberikan akal fikirian kepadanya dengan tujuan agar manusia bisa menggunakan akal fikiran tersebut guna menjadi manusia yang taan kepada Allah SWT sebagai sang pencipta.
Sebagai makhluk yang mulia, manusia juga diberikan beban oleh Allah SWT. Allah SWT memberikan beban kepada manusia untuk menjadi perwakilan Allah SWT di bumi guna mengelola kekayaan bumi ini untuk kemakmuran manusia itu sendiri dan juga kemakmuran makhluk-makhluk ciptaan Allah SWT yang lainnya.
Selain itu, sebagai makhluk yang mulia, manusia diperintahkan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya seperti yang dalam firman Allah SWT pada surah Ad-Dzariyat ayat 56 yang berarti : “Tidaklah aku jadikan jin dan manusia, kecuali hanya untuk beribadah kepadaku.”
Setelah diberikan beban, manusia diberikan kebebasan oleh Allah SWT untuk memilih mau atau tidak menjalankan beban dan perintah Allah SWT. Allah SWT tidak melarang manusia untuk membantah perintah-Nya karena Allah SWT sudah cukup adil dengan memberikan akal fikiran bagi manusia untuk menentukan mana yang baik bagi dirinya selama hidup didunia dan untuk hidup diakhirat kelak. Tetapi yang pasti, semua pilihan yang telah kita lakukan pasti akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT diakhirat kelak.
Terakhir, hakikat hidup manusia adalah mendapatkan pembalasan. Allah SWT telah memberikan kemuliaan kepada manusia dengan diberikannya akal sehingga manusia dapat berfikir mana yang benar dan mana yang salah. Pemberian akal tersebut bertujuan agar manusia bisa memilih hal-hal yang benar yaitu menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhkan segala larangannya.
Jika manusia memilih untuk ingkar kepada ajaran Allah SWT dan membuat kerusakan dimuka bumi, maka pada hari perhitngan diakhirat kelak, Allah SWT akan memberikan pembalasan yang setimpat kepada manusia seperti apa yang telah manusia itu lakukan dimuka bumi.
Sebaliknya, jika manusia menggunakan akal yang dimilikinya untuk berfikir dan bertindak sesuai dengan yang telah diperintahkan oleh Allah SWT yaitu bertaqwa kepada-Nya, maka Allah SWT akan memberikan kebahagiaan dan balasan yang setimpal yaitu Nikmat ketika didunia dan dimasukkan kedalam Syurganya pada hari akhir nanti.
Jadi, hakikat kehidupan manusia adalah manusia hanyalah makhluk yang diberikan kemuliaan oleh Allah SWT dengan diberikan akal fikiran guna menjalani perintah Allah SWT untuk beribadah kepadanya dan menjadi wakil Allah SWT dimuka bumi dalam hal mengelola kemakmuran bumi untuk kemakmuran manusia itu sendiri dan juga makhluk yang lainnya sehingga nantinya ketika manusia tersebut telah meninggal dunia dan berada dialam akhirat, maka dia akan mendapatkan nikmat Allah SWT dan dimasukkan kedalam surganya.
Semoga kita semua termasuk kedalam manusia yang dirindukan oleh Syurga. Amiin
sumber :  http://filsafat.kompasiana.com/2011/05/20/hakekat-manusia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar